Dirk Andries Willem (D.A.W.) van der Pijl adalah arsitek berkebangsaan Belanda yang dijuluki sebagai “Otak Perancang Kota Banjarbaru”. Perannya sangat sentral dalam sejarah Kalimantan Selatan karena ia adalah sosok yang menyusun master plan Banjarbaru pada tahun 1950-an.

Berikut adalah profil dan kontribusi penting beliau:

1. Latar Belakang dan Karier

  • Kelahiran: Lahir di Brakel, Belanda, pada 23 Januari 1901.
  • Pendidikan: Lulusan Universitas Leiden dengan spesialisasi desain dan supervisi bangunan sekolah, gereja, dan pemukiman.
  • Kedatangan ke Indonesia: Ia pindah ke Hindia Belanda pada tahun 1929 dan kemudian mengabdi di Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Kalimantan.

2. Perancang “Kota Idaman” Banjarbaru

Pada tahun 1953, Van der Pijl diminta untuk merancang sebuah kota baru di wilayah yang dulunya dikenal sebagai Gunung Apam. Kota ini sedari awal diproyeksikan untuk menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan menggantikan Banjarmasin.

  • Visi Tata Ruang: Ia merancang Banjarbaru dengan konsep kota modern yang teratur, lengkap dengan pembagian fungsi lahan untuk pemerintahan, pemukiman, dan industri.
  • Karya Bangunan: Beberapa gedung pemerintah di sekeliling Lapangan Murdjani dan kawasan perkantoran lama merupakan hasil rancangannya yang masih kokoh berdiri hingga sekarang.
  • Ciri Khas: Rancangannya dikenal memiliki daya dukung lingkungan yang baik; salah satu buktinya adalah kawasan yang ia desain jarang terdampak banjir karena perhitungan topografi yang akurat.

3. Kontribusi Lain di Kalimantan

Selain Banjarbaru, Van der Pijl juga memiliki peran besar di wilayah lain:

  • Palangka Raya: Ia terlibat dalam perencanaan awal pembangunan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, atas permintaan Presiden Soekarno.
  • Pendidikan: Setelah pensiun sebagai PNS pada tahun 1961, ia memilih tetap tinggal di Indonesia dan mengajar sebagai guru SMA (ilmu pasti) serta mendirikan sekolah teknik di Banjarbaru.

4. Akhir Hayat dan Penghormatan

Berbeda dengan banyak orang Belanda yang kembali ke negaranya setelah kemerdekaan, Van der Pijl memilih untuk menghabiskan masa tuanya di Banjarbaru hingga wafat pada 27 September 1974.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa besarnya:

  • Namanya diabadikan menjadi Taman Van der Pijl, sebuah ruang terbuka hijau ikonik di pusat Kota Banjarbaru.
  • Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (Alkah) Pulau Beruang, KM 29, Banjarbaru.

Bisa dikatakan, tanpa visi tata ruang dari Van der Pijl, Banjarbaru mungkin tidak akan memiliki kesiapan infrastruktur dan lahan yang memadai untuk akhirnya resmi menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan seperti sekarang.

Beberapa bangunan dan kawasan hasil karya D.A.W. van der Pijl di Banjarbaru memiliki ciri khas arsitektur kolonial modern yang sangat fungsional, tahan lama, dan beradaptasi dengan iklim tropis.

Berikut adalah bangunan-bangunan spesifik yang menjadi jejak sejarah beliau:

1. Kompleks Perumahan Dinas “Rumah Seribu”

Salah satu karya paling ikonik adalah perencanaan kawasan pemukiman untuk pegawai pemerintah yang dikenal dengan sebutan Rumah Seribu (meski jumlahnya tidak sampai seribu).

  • Karakteristik: Rumah-rumah ini memiliki gaya Indische minimalis dengan langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara yang baik.
  • Kondisi Sekarang: Sebagian besar masih berdiri di sekitar Jalan Panglima Batur dan Jalan Ahmad Yani. Meskipun banyak yang sudah direnovasi, bentuk dasar atap dan jendelanya masih mencirikan desain Van der Pijl.

2. Balai Kota Banjarbaru (Lama)

Terletak di jantung kota, bangunan ini dirancang untuk menjadi pusat administrasi Banjarbaru saat pertama kali dibentuk sebagai kota administratif.

  • Karakteristik: Bangunannya cenderung kaku namun megah, dengan penggunaan jendela-jendela besar yang memungkinkan cahaya alami masuk.
  • Signifikansi: Bangunan ini menghadap langsung ke Lapangan Murdjani, menciptakan ruang terbuka publik yang teratur sesuai prinsip urban planning Eropa.

3. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarbaru Lama

Van der Pijl juga merancang infrastruktur kesehatan pertama di kota ini.

  • Desain: Mengutamakan konsep bangsal yang luas dengan koridor yang terbuka (semi-outdoor) untuk memastikan sanitasi dan aliran udara yang sehat bagi pasien.
  • Update: Saat ini layanan utama RSUD telah pindah ke gedung baru di Jalan Trikora, namun bangunan lama ini tetap menjadi bagian dari sejarah perkembangan medis di Kalsel.

4. SMP Negeri 1 Banjarbaru

Sebagai orang yang memiliki latar belakang di bidang pendidikan setelah pensiun, Van der Pijl juga mendesain beberapa fasilitas sekolah.

  • Karakteristik: Sekolah-sekolah rancangannya biasanya memiliki halaman tengah yang luas (court) dan atap yang lebar untuk melindungi dari hujan tropis yang lebat.

 
 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top